Lapangan Pekerjaan

Karakteristik Seorang Pemimpin

Setiap orang dapat menjadi pemimpin, akan tetapi mereka harus memiliki tekad yang kuat, dedikasi yang tinggi, serta sifat pantang menyerah. Di bawah perlindungan pemimpin yang petapa seperti ini, seluruh rakyat yang dipimpinnya pun akan selalu melakukan tindakan yang terpuji dan memelihara keutamaan budinya. Meneladani sang pemimpin, mereka dengan tekun mempelajari rahasia alam semesta.

Sebuah watak menjadi pemimpin

Sementara itu integritas dibangun melalui tiga unsur penting yaitu nilai-nilai yang dianut oleh Si Pemimpin , konsistensi, dan komitmen. Itulah 7 sifat buruk seorang pemimpin yang dapat mematikan kesuksesan tim. Jika kita ingin menjadi seorang pemimpin yang baik dan mampu membawa tim pada kesuksesan, pastikan kita telah menghilangkan 7 sifat buruk ini.

Kepemimpinan transaksional didasarkan pada otoritas birokrasi dan legitimasi di dalam organisasi. Pemimpin transaksional pada hakekatnya menekankan bahwa seorang pemimpin perlu menentukan apa yang perlu dilakukan para bawahannya untuk mencapai tujuan organisasi. Disamping itu, pemimpin transaksional cenderung memfokuskan diri pada penyelesaian tugas-tugas organisasi. Untuk memotivasi agar bawahan melakukan tanggungjawab mereka, para pemimpin transaksional sangat mengandalkan pada sistem pemberian penghargaan dan hukuman kepada bawahannya. Sebaliknya, Burns menyatakan bahwa mannequin Slot Gacor kepemimpinan transformasional pada hakekatnya menekankan seorang pemimpin perlu memotivasi para bawahannya untuk melakukan tanggungjawab mereka lebih dari yang mereka harapkan. Tips selanjutnya adalah meluangkan waktu untuk mengembangkan karyawan serta langkah karir mereka.

Formalisasi merupakan proses, dimana seorang pemimpin suatu organisasi, menjalankan roda aktivitas organisasinya dengan prosedur dan aturan yang diatur dalam suatu syarat dan ketentuan yang telah dirumuskan. Seorang staf yang dapat melaksanakan tugas dari seorang pemimpin dengan baik, merupakan nilai lebih bagi staf dan juga bagi pimpinan yang memberikan tugas. Ketika tugas tersebut dapat diselesaikan dengan baik, seorang pemimpin akan memberi apresiasi berupa tunjangan, bonus, kenaikan gaji, kenaikan posisi, dan lain sebagainya. Pemberian apresiasi berupa uang atau tanda mata yang lain, merupakan bentuk penghargaan atas kinerja seseorang, yang membuat seseorang tersebut merasa kerja kerasnya dihargai. Penghargaan ini pula merupakan suatu bentuk hal yang telah disepakati bersama sebelumnya. Teori kontingensi atau yang berasal dari kata Contingency Theory menganggap, bahwa tidak ada cara yang paling baik untuk memimpin dan menyatakan, bahwa setiap gaya kepemimpinan harus didasarkan pada situasi dan kondisi tertentu.

Pada gaya delegasi ini tidak terlalu diperlukan komunikasi dua arah. Sebaliknya, hal yang harus dilakukan seorang pemimpin yang benar yaitu harus bisa menciptakan komunikasi yang baik dengan tim atau orang yang dipimpinnya demi mencapai visi dan misi yang telah ditentukan. Komunikasi di sini artinya komunikasi dua arah, sehingga bawahan bisa menyampaikan pendapat dan bukan sekadar menerima perintah. Bertanggung jawab berarti berani untuk menanggung efek dari segala keputusan yang timbul akibat tindakan yang telah dilaksanakan. Selain cerdas dan berinisatif, seorang pemimpin yang best tentunya perlu memiliki sifat bertanggung jawab. Pengambilan keputusan terhadap cara kerja dan pelaksanaan misi suatu kelompok tentunya diputuskan dengan tidak tergesa-gesa.

Sesulit apapun jalan yang harus ditempuh untuk memperdalam pengetahuannya, semuanya akan dijalani dengan rendah hati. Seorang pemimpin juga harus menguasai kiat mengelola keuangan agar kemakmuran yang dimiliki dapat diteruskan sampai ke generasi penerusnya. Betapapun tingginya kedudukan seseorang jika tidak ditopang oleh kemampuan keuangan dia akan menjadi pendek akal dan tidak lapang dada. Seorang pemimpin juga disyaratkan untuk bersifat adil dan memiliki ketegasan dalam menegakkan hukum. Semua jenis kejahatan baik kecil maupun besar akan ditimbangnya secara adil.